KADANG KEBERADAAN MEREKA CUKUP MENGHIBUR
Kemarin saya menulis bahwa memiliki blog diserupai dengan memelihara hewan. Saya memang pencinta binatang. Khususnya anjing (Canis familiaris).
Dulu di rumah, kami memelihara anjing. Ada 6 ekor. Mereka lucu-lucu, dan punya tingkah yang unik. Seperti misalnya si puti, anjing kesayangan saya, dia selalu melolong bila tukang es krim wall’s lewat di depan rumah. Mungkin si puti sedang menyanyi mengikuti melodi yang keluar dari loudspeaker gerobak-kayuh abang es krim. Atau si unil, yang senang mengejar ekornya sendiri.
Keenam anjing itu sudah mati berbulan-bulan lalu. Mungkin diracun orang. Karena mereka mati berurutan dalam tempo 1 minggu.
Ada keinginan untuk memelihara anjing lagi. Tapi sayang, partner saya gak suka kalo saya pelihara binatang. Alergi katanya pada satu kesempatan. Bau dan kotor katanya pada kesempatan yang lain.
Apa boleh buat, pelihara yang virtual saja kalo begitu. Meskipun ikatan emosinya berbeda dengan anjing betulan.
Bunnyhero Labs menawarkan selusin lebih fauna-fauna virtual untuk di”adopsi”. Sekitar 10 tahunan yang lalu, Jepang menciptakan hewan virtual dalam bentuk mini yang bisa dikantongi. Hewan virtual ini yang disebut tamagotchi. Sempat digilai anak-anak di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.
Ide membuat tamagotchi ini disebabkan karena di Jepang sangat sulit untuk memelihara hewan di rumah. Mungkin harus ada ijin dari pemerintah setempat.